MEI 2015 LUBUKLINGGAU GELAR KONTES BATU AKIK INTERNASIONAL

Kota Lubuklinggau yang dulunya belum banyak dikenal orang kini semakin kesini semakin dikenal banyak orang, lantaran sejak datangnya Menpora Imam Nachrowi yang berkunjung beberapa waktu lalu untuk melaksanakan peletakan batu pertama gedung pemuda, dan tidak di situ saja Imam Nachrwoi juga turut mengasah batu akik karena dia merasa potensi batu akik di Lubuklinggau cukup besar. Oleh karena itulah Pemerintah kota (Pemkot) Lubuklinggau bakal mengadakan pameran, kontes dan asah batu akik Internasional di kompleks Sport Center, Mei mendatang. Hal itu untuk memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif.

Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe mengungkapkan, pelaksanaan pameran, kontes dan asah batu akik bakal dilaksanakan dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Tingkat Provinsi (Prorprov) yang dipusatkan di Kota Lubuklinggau.

“Kita akan mengundang beberapa negara tetangga untuk mengikuti event pameran, kontes dan asah batu akik. Total hadiah yang disiapkan sekitar Rp 150 juta,” katanya, Selasa (7/4/2015).

Pada pelaksanaan pameran dan kontes nantinya, jenis batu yang dipertandingkan bersifat umum. Namun, jenis batu Teratai Silampari bakal dijadikan pioner dalam perlombaan tersebut.

“Ini dalam rangka lebih memperkenalkan berbagai macam varian batu akik yang ada di Bumi Silampari. Dan event ini juga diyakini mampu mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat. Untuk jurinya akan didatangkan dari nasional dan internasional,” terangnya.

Nanan menjelaskan, varian batu akik yang akan dipertandingkan antara lain, Calsedony merah, putih, kuning, batu motif atau gambar, teratai, junjung derajat dan lainnya.

“Seluruh kelas batu akan dipertandingkan. Nantinya juga akan dibuka kontes asah batu antar kepala daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD),” ungkapnya.

Dikatakannya, potensi bebatuan akik di Kota Lubuklinggau cukup besar, namun belum digali secara spesifik. Hal ini dilihat dari luas wilayah yang mencapai 400 kilometer persegi, sementara yang masih hutan dan persawahan sekitar 200 kilometer persegi.

“Kita menyakini di perut Bumi Sebiduk Semare terkandung potensi batu akik yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Sebab, daerah tetangga yang menjadi sumber batu akik selama ini hanya berjarak sekitar setengah jam. Kita harapkan ini dapat mengangkat ekonomi kreatif masyarakat tanpa melanggar aturan-aturan yang ada,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons