FENOMENA KAUM IBU-IBU DAN ANAK-ANAK SIBUK CARI BATU AKIK

Seyogyanya ibu-ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan anak-anak di utamakan untuk belajar dan menikmati masa kecilnya sebagai anak-anak yang dunianya biasa akrab dengan bermain. Namun sejak era batu akik meledak, membooming seperti sekarang ini membuat rutinitas mereka berubah menjadi pemburu batu akik. Seperti sejumlah ibu rumah tangga di Desa Muara Sahung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu mulai turun ke Luang Batu Api, lokasi pencarian bahan batu cincin akik untuk menambah pendapatan keluarga.
“Kami mengambil sisa penggalian yang masih bisa dijual untuk mendapatkan uang tambahan,” kata Mirna, salah seorang pencari batu akik bersama dua rekannya di Desa Luang Batu Api, Senin (6/4). Ia mengatakan sortiran atau batu akik yang tidak diambil para penggali masih bisa dijual seharga Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Dalam sehari kata Mirna pendapatan tidak menentu bergantung pada jenis dan banyaknya batu yang didapat.
Sebelum ibu-ibu yang bergerak berburu batu akik, rupanya anak-anak Desa Luang Batu akik lah yang lebih dahulu mengumpulkan sisa-sisa penambangan batu akik dari para kaum laki-laki. Ibu-ibu ini tergiur akan penghasilan anak-anak tersebut.
“Kami melihat uang yang didapat anak-anak itu cukup lumayan, jadi kami ikut mencari batu di sisa penggalian batu akik,” ucapnya.
Luang Batu Api merupakan salah satu lokasi utama penggalian bahan batu cincin akik yang cukup dikenal di Provinsi Bengkulu. Saat ini lebih dari 90 persen warga Desa Muara Sahung dan Desa Luang Batu Api menjadi penambang batu akik di lokasi itu.
Awalnya, batu yang ditambang adalah jenis batu badar lumut, lalu batu akik motif teratai hingga jenis cempaka dan sulaiman yang memiliki nilai jual tinggi.
Untuk jenis super seperti jenis cempaka atau lebih dikenal dengan “red rafflesia” harganya mencapai Rp500 ribu per kilogram.
“Biasanya laki-laki yang menggali sampai kedalaman lima meter untuk batu cempaka, kami hanya mengambil sortiran,” kata Marlena, ibu rumah tangga lainnya yang turut mencari batu akik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons