ANTOK SETIAWAN GELAP MATA CURI 12 BATU AKIK SENILAI 25 JUTA

Demam batu akik kini menambah cerita lagi, ya kemilau cahaya batu akik yang sedang ngetren membuat Antok Setiawan, 25, gelap mata. Warga jalan Welirang Kelurahan/Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu nekat mencuri batu akik milik tetangganya, Helmi Bahtiar.

Di desanya, Helmi memang dikenal sebagai pecinta akik. Dia juga mengkoleksi banyak batu akik. Antok pun tergiur mendapatkn batu-batu milik tetangganya itu. Otak maling pun muncul di kepala Antok.

Kesempatan untuk mencuri pun datang. Di suatu dini hari, sekitar jam 02.30 Wib Antok nekat menyatroni rumah korban melalui halaman dapan rumah korban. Karena pintu depan tidak terkunci dan korban bersama keluarganya sedang tertidur lelap, Antok pun melenggang masuk. Dia pun langsung mencari tempat penyimpanan akik tetangganya itu. “Dia akhirnya mencuri akik yang diletakkan di ruang keluarga. Totalnya ada 12 akik yang dicuri dan di perkirakan total harganya berkisar 25 juta,” kata Kapolsek Kepanjen Kompol Sulistyo Nugroho kepada Malang Post Kamis (2/4).

Namun karena di anggap  pencuri “kacangan” atau belum terbilang profesional, Antok malah membuat dirinya justru tertangkap dengan mudah. Setelah berhasil menggondol batu akik milik tetangganya, Antok langsung menjualnya di Pasar Kepanjen, keseokan harinya. dan kebetulan, saat itu korban berada di pasar yang sama. Dia pun melihat-lihat batu akik yang dijual Antok. Dia pun sadar bahwa batu-batunya yang hilang ternyata dicuri tetangganya sendiri.

Hilmi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kepanjen. “Tersangka kami tangkap di lapak bedak Pasar Kepanjen, temat dimana yang bersangkutan berjualan batu akik,” terang Sulistyo.

Akhirnya batu-batuk akik milik Hilmi pun kembali.

Antok pun sempat memberikan cerita prihal mengapa di berani dan nekat mencuri batu akik milik tetangganya sendiri. “Saya baru memperoleh uang Rp 200 ribu untuk menjual satu batu akik tersebut. Pembelinya warga Kecamatan Sumberpucung,” kata tersangka.Selain itu Antok mengatakan uang hasil penjualan batu akik itu rencanya akan digunakan untuk biaya reparasi pintu rumahnya yang rusak. Namun hal sepeleh tersebut justru berujung duka bagi Antok, Kini Anto akan menikmati dinginnya lantai penjara karena ulahnya tersebut, dia harus menerima kenyataan dan bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons