Asal Muasal Terlahirnya Nama Batu Akik Pandan

Fenomena batu akik memang tiada habisnya. Keunikannya menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Karena itu tak jarang, sekalipun itu harus diburu dengan harga mahal, batu ini tetap diburu untuk dikoleksi. karena katanya kalau ngak ikut demam batu ngak ikutin zaman.

Salah satu kekayaan alam yang kita miliki adalah beraneka ragam bahan tambang termasuk batu mulia atau batu akik. Berbagai pulau dan propinsi serta wilayah, memiliki potensi batu akik dengan kualitas terbaik. Satu wilayah Indonesia yang memiliki potensi kekayaan batu mulia adalah Jakarta. Sebagai daerah ibu kota Negara, ternyata Jakarta memiliki batu pertama atau batu akik yang menjadi ciri khasnya, yaitu batu akik pandan.

Sering kita mendengar tentang nama batu pandan, namun apakah kita sudah tahu, kriteria yg bagaimanakah yg menjadi incaran masyarakat betawi itu ? Dalam budaya betawi batu jenis ini dikenal memiliki kharismatik yang tinggi bagi yang memakainya. Berbentuk lonjong namun memiliki tingkat kekerasan yang sedang.

Batu pandan atau batu akik pandan termasuk dalam keluarga chalcedony, merupakan jenis batu akik yang telah di kenal masyarakat Jakarta atau betawi sejak ratusan tahun silam. Maka tak heran jika ada ungkapan “ bukan orang betawi kalau tidak memakai batu akik pandan”. Macam-macam batu akik varian batu pandan, semakin memperkaya khasanah budaya Betawi. Beberapa varian nya yaitu batu akik pandan sutra, batu pandan nanas, batu akik pandan suji, batu cincin pandan lumut dan lainnya, semua varian memiliki ciri dan corak tertentu.

Mengenai asal-usul nama pandan pada batu akik ini, ada beberapa cerita yang sedikit berbeda. Ada yang mengatakan, nama pandan berkaitan dengan sebuah harapan bagi orang yang memakai batu akik ini di harapkan memiliki nama baik dan di kenal seharum wangi tanaman pandan. Versi lainnya, menyebutkan nama Pandan berasal dari kata pendant yang artinya liontin. Hal ini berhubungan dengan orang belanda jaman penjajahan yang sering memakain pendant atau liontin. Karena kebiasaan di logat orang betawi, akhirnya kata pendan menjadi pandan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme