10 Seniman Yogyakarta Gelar Pameran Batu Bergambar

Hiruk pikuk orang – orang yang memadati pameran batu akik yang diadakan 10 seniman Yogyakarta menggelar pameran batu bergambar bertema ‘Laga Akik Rupa Batu’ di Sambung Frame and Art Kasongan, Bantul, DIY. Pameran yang menampilkan batu akik seharga ratusan hingga miliaran rupiah itu, berlangsung mulai Sabtu kemarin hingga hari Ahad ini.

Koordinator pameran, Godod Sutedjo mengatakan, perupa yang mengikuti pameran di antaranya Dewobroto, Haryanto, dan ia sendiri. Batu bergambar tersebut merupakan koleksi para perupa yang berjumlah 900 butir. Bukan jumlah yang sedikit kalau di hitung – hitung dan banyak sekali orang – orang yang menawar dan sudah membawa dana yang banyak untuk memburu batu- batu yang ada di pameran ini.

“Harganya mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1,25 miliar,” katanya.

Godod mengungkapkan, ia sendiri memamerkan ratusan batu bergambar yang dikoleksinya sejak tahun 1978. Sedang Dewobroto memamerkan 50 batu akik bergambar yang dikoleksi sejak tahun 1998.

“Batu bergambar ini cukup langka dan dikoleksi perupa karena sesuai dengan profesinya,” kata Godod.

Sementara Dewobroto, perupa dari Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa (UST) Yogyakata mengatakan koleksi batu bergambar ini tidak lepas dari hobi perupa yang selalu menciptakan lukisan. Namun gambar tersebut diperoleh dari batu akik.

Jiwa seni ketika mengasah batu itu yang mahal karena untuk mendapatkan gambar yang unik tidak semudah yang kita bayangkan, salah sedikit bisa membuat nilai jual batu itu berubah.

“Saya harap pameran ini bisa kita nikmati bersama dan bisa menginspirasi perupa dalam berkarya nantinya,” ujarnya. Semoga acara seperti ini akan semakin banyak di selengarakan karena pencinta batu saat ini buka makin mengurang malah nambah, yang tak suka dan hobi dengan batu akhirnya ikut – ikutan berburu batu gara – gara di kasih batu.
Kepopuleran batu akik akhir-akhir ini, kata Dewobroto, membuat perupa pecinta batu bergambar mengeluarkan koleksinya. Sebab sebelum akik populer sudah banyak perupa yang mengoleksi batu-batu dari berbagai daerah. Tapi dulu tidak banyak yang menyukai batu tapi kalau sekarang semua kalangan sudah punya batu akik idaman masing – masing dengan berbagai bentuk dan rupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme