PENGENDARA SENANG, POLISI GARUT BAGI-BAGI BUNGA DAN BATU AKIK

Unik, kreatif dan luar biasa patut di tujukan kepada para Polres Garut. Sungguh diluar dugaan karena dalam Operasi Simpatik Lodaya 2015 di Jalan Sudirman, Rabu (1/4), Polres Garut membagikan bunga dan batu akik kepada para pengendara atau pengguna jalan raya.

Operasi ini sungguh disambut gembira oleh para pengendara yang sebelumnya ketakutan untuk ditilang polisi. Namun, mereka malah mendapat bunga dan cincin batu akik dalam operasi tersebut. Kapolres Garut, AKBP Arif Rachman, mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai upaya pendidikan kepada masyarakat dalam tertib berlalu lintas menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya.

Seperti operasi-operasi seperti biasanya dalam operasi simpatik ini, para pengendara sepeda motor, mobil, dan kendaraan umum, di berhentikan sebentar dan diminta menepi di bahu jalan. Kemudian para Polisi Garut meminta para pengendara menunjukkan surat menyurat-nyurat kelengkapan kendaraan maupun surat izin mengemudi mereka .

Para polisi lalu lintas dan polisi wanita kemudian memberikan bunga kepada pengendara. Tidak hanya bunga, mereka pun membagikan batu akik berbentuk cincin kepada pengendara, terutama yang memiliki surat kendaraan lengkap dan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Sasaran kita adalah para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, mobil, dan angkutan umum. Operasi ini bersifat edukatif, sosialisasi dengan baik kepada masyarakat mengenai cara berlalu lintas yang baik,” katanya, Rabu (1/4).

Dalam operasi ini, kata Kapolres, tidak dilakukan penindakan seperti tilang kepada pelanggar peraturan lalu lintas. Operasi simpatik dilakukan dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengendara, melalui sapa, salam, dan senyum.

Selama operasi simpatik ini, katanya, akan dijadikan masa bagi Polres Garut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sebaik dan seramah mungkin. Setelah edukasi dalam operasi simpatik ini dilaksanakan, kata Kapolres, Polres Garut akan kembali melakukan penindakan terhadap para pelanggar peraturan lalu lintas termasuk tak lagi memberikan batu akik.

Kedepannya apakah masih ada lagi hal-hal yang unik terjadi menyangkut dengan demamnya batu akik di tahun 2015 ini. Batu akik kini memang memiliki cerita sendiri dan bisa menjadi penyambung hidup, menghiasi hidup karena rezeki yang diberikan Allah melalui penjual batu akik setidaknya bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, namun tak selalu terdengar kata menjual sebagian orang ada yang hanya sekedar mengoleksi saja,  ada juga yang menggunakan batu akik ini untuk hal-hal yang di luar nalar seperti halnya kepercayaan terhadap kekuatan batu akik tersebut, dan masih banyak lagi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015