PILIH BATU AKIK ASAL BATURAJA RIDWAN KAMIL DI KRITIK GEOLOG DAN PAKAR BATU AKIK

Rencana Walikota Bandung Ridwan Kamil  memberikan cinderamata berupa batu akik bewarna biru yaitu batu akik spritus baturaja untuk perwakilan dari setiap negara muslim yang akan menggelar Konferansi Asia Afrika yang ke 60 tahun di Jawa Barat justru mendapat kritikan dari Geolog dan pakar batu mulia, Sujatmiko, Menurut Sujatmiko, seharusnya Ridwan memilih batu mulia asal Jawa Barat untuk mata cincin yang akan diberikan pada 24 April 2015 mendatang itu.

Sujatmiko menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki banyak macam batu akik yang juga tak kalah kualitasnya dari batu akik spritus baturaja tersebut. Namun alasan Ridwan Kamil yang menginginkan batu bewarna biru sehingga batu akik spritus baturaja lah yang cocok untuk di jadikan cinderamata tersebut. Ridwan juga mengatakan batu ini sangat banyak disukai para kolektor batu akik karena kualitasnya jadi pantas juga lah para perwakilan dari setiap negara tersebut untuk mendapatkan batu jenis tersebut. Namun masalah mengapa harus bewarna biru, para awal media belum mendapat penjelasan dari Emil.

Tetapi kritikan dari Sujatmiko justru semakin deras, Menurut Sujatmiko, Jawa Barat memiliki batu dengan spesifikasi sesuai dengan keinginan Ridwan yakni batu akik jenis badar biru atau blue opal dari Jampang Tengah, Sukabumi. Namun, Sujatmiko memang mengakui para kolektor batu akik lebih menyukai jenis baturaja daripada badar biru karena warnanya yang lebih indah. Namun lagi-lagi Sujatmiko mengatakan sebenarnya kualitas keduanya hampir sama apalagi hanya sekedar warna setidaknya Ridwan Kamil mau memperkenalkan ke dunia bahwa batu asal Bandung juga layak menjadi cinderamata tersebut.

Rencananya, batu mulia itu akan dipasangkan dengan cincin hasil desain Ridwan sendiri. Ridwan menjelaskan, dalam cincin itu terdapat segitiga kecil yang saling menyambung hingga membetuk dasar cincin.  Ridwan pun akan membubuhkan tulisan Asia dan Afrika di kedua sisi cincin. Selain itu, di bagian bawah cincin akan dipahat dengan tulisan: Bandung 2015.

KAA ke-60 sendiri akan diperingati pada 24 April 2015. Hingga saat ini baru 80 negara saja yang mengkonfirmasi ketersediaannya untuk datang. Menurut Emil, pemerintah tak henti-hentinya mengingatkan para kepala negara tetangga untuk mengikuti acara ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons