Keindahan Batu Pasir Emas Papua Tarik Minat Pengunjung

Fenomena batu mulia yang belakangan ini booming, ternyata juga merembes ke Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-44 yang diselenggarakan 20 Maret-20 April 2015. Di areal bekas Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto Medan, ratusan pengunjung seakan tumpah di stand “Murai Gemstone”.

Di stand yang berlokasi sekitar 50 meter di sisi kanan pintu masuk even tahunan itu, pengunjung tampak sibuk memilih-milih sejumlah bongkahan batu akik. Beragam pilihan yang ditawarkan, mulai besar maupun yang sudah dipotong-potong petak sebesar buah jengkol.

Diantara puluhan jenis batu mulia yang dijual di stand itu, yang menarik pengunjung adalah batu asal Provinsi Papua, yaitu batu Pasir Emas dan Pasir Intan. Kemudian batu asal Indonesia Timur tersebut menjadi primadona pengunjung.

Batu yang berwarna hitam bening ini cukup menarik dengan manik-manik emas dan intannya, bila di sorot cahaya senter. Juga harga yang ditawarkan di MuraiGemstone ini cukup terjangkau. “Khusus batu pasir emas dan intan ini kita jual dengan harga yang terjangkau, rata-rata 100 ribu rupiah per potong kecil, sedangkan bongkahannya 1 juta per kilogram. Meskipun kita bawa dari tempat asalnya cukup jauh (Provinsi Papua). Kita senang dan bangga kalau masyarakat Sumatera Utara dan Kota Medan bisa menikmati atau memakai batu mulia asal negerinya sendiri yang terkenal di dunia cukup indah dan berkualitas,” ungkap pemilik MuraiGemstone Buni Siregar didampingi koleganya sesama pecinta batu mulia ini, Jhoni dan Junedi.

Ditambahkan Jhoni, selain batu asal Papua tersebut, di MuraiGemstone juga kita jual batu asal Kalimantan, seperti Oksodion dengan warna hijau merah, putih kelapa dan bening, Refonio dengan warna pink.

Batu-batu asal Kalimantan ini juga diminati pengunjung. Pasalnya, harga yang ditawarkan cukup murah, rata-rata Rp 50.000 per potongnya. Kemudian ada batu asal Bengkulu, yaitu Raflesia. Batu unik bermotif kelopak bunga Raflesia khas Bengkulu itu dapat dilihat tembus di dalam batu saat disenter. Untuk bongkahan yang sedang dijual Rp50.000 dan yang kecil Rp30.000 per potongnya.

Begitu juga dengan batu mulia asal Padang (Sumatera Barat) yang belakangan hari ini cukup dikenal seantero nusantara, apalagi kalau bukan batu Sungai Dareh. Rata-rata dijual Rp50.000 perpotong kecil.

“Di Murai Gemstone ini juga kita menjual batu Aceh yang lagi ngeteren dan diburu orang saat ini, seperti bio solar dan neprit kita jual mulai tiga ratus ribu sampai dengan lima ratus ribu per potongnya,” ujar Siregar sembari tersenyum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons