MAKASSAR GAMES STONE LOVERS BUKA KLINIK DAN LABORATURIUM BATU AKIK

Berlebihan atau tidak menanggapi tentang klinik dan laboraturium yang di buka oleh Makassar Games Stone Lovers (Magello)  di Pasar Segar Panakukkang, lantai 2, Jl Adiyaksa, Kota Makassar, Kamis (26/3/2015) tergantung pendapat orang masing-masing. Ya booming batu akik di era tahun 2015 ini membuat orang-orang tak jauh lagi dengan hobynya berburu,mengasah, mengoleksi, merawat dan jual beli batu akik.

Semua orang tentu ingin batu akiknya memiliki kualitas yang baik, dari mengkilap, kekerasan batu, motif yang bagus dan warna yang terang dari batu tersebut. Untuk mendapat kualitas yang baik tentu perawatannya harus extra terutama saat mengasahnya di perlukan teknik dan bahan yang dapat membantu meningkatkan kualitas batu tersebut salah satunya adalah dengan serbuk khusus dan juga dari bahan-bahan alami seperti di gosok-gosokan pada bilah bambu maupun kulit pisang kering. Namun untuk orang-orang yang memiliki kesibukan kini tak perlu khawatir lagi karena sudah banyak jasa-jasa yang menawarkan perawatan batu akik.

Hadirnya Klinik dan Laboratorium Batu Permata ini di anggap sebagian pecinta batu di Makassar sangat tepat sekali untuk melakukan cek atau perawatan batu akik mereka. Klinik ini dibuka  tentu untuk memeriksa ‘kesehatan’ batu, kejernihan batu mulia, sampai konsultasi batu yang kerap menjadi batu cincin dan sedang marak di Makassar ini. Banyaknya penipuan tentang jenis batu akik bisa juga di konsultasikan disini mereka bisa melihat batu mereka asli atau imitasi. Tentu orang-orang yang menjadi perawat maupun pemeriksaan batu akik tersebut memang orang-orang yang berkopenten dibidangnya.

Namun pecinta batu akik yang ingin memeriksakan batu atau hanya sekedar konsultasi harus mengeluarkan kocek yang lumayan. Hal ini tak pelak di anggap sebagian orang seperti pasien yang sakit untuk konsultasi ke Dokter. Biaya pemeriksaan Klinik dan Laboratorium, mulai dari kategori memo basa Rp 125.000, memo+origin Rp 175.000, dan Konsultasi Batu Mulia Rp 50.000.

Di bukanya klinik ini juga didasari karena adanya kontes batu yang di mulai dibuka dari tanggal 26-28 Maret dan di ikuti dari berbagai pecinta batu diseluruh indonesia, mulai dari Sumatra, Jakarta, Kalimantan, Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons