Kejadian Aneh, Rimbunan Rumput Tiba-Tiba Menghilang

Rimbunan rumput yang tumbuh di tengah sungai di Jalan Cendana, Kampung Parit Tengah, Dusun Cendana, Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mendadak hilang seketika. Warga yang menyaksikan hal itu tampak bingung tak bisa berbuat apa-apa. Warga berduyun-duyun ke lokasi ketempat dimana kejadian aneh itu berasal, penuh sesak tempat kejadian itu saking anehnya karena hal tersebut tak biasa terjadi di kampong tersebut. Anak-anak sampe orang dewasa berbaris panjang di pinggiran sungai.

“Orang – orang di sini teriak, rumputnya bergerak lari ke tengah dan menghilang tiba-tiba. Bergoyang-goyang rumputnya,” ucap salah seorang warga, Ibrahim (44), yang berada di lokasi kejadian pada hari jum’at.

Rumput tersebut tumbuh di atas tanah selebar 5 meter, di tengah sungai. Dengan mata berkaca-kaca, Ibrahim mengungkapkan saat menghilang, bunyinya seperti orang makan kerupuk. “Bergeraknya sangat cepat. Macam dimakan rumputnya ini.”

Warga lainnya, Bahktiar Usman (48), yang datang bersama anaknya ke lokasi kejadian, mengungkapkan, “Macam ditarik rumputnya. Langsung menghilang begitu saja. Karena warga banyak datang langsung berhenti tiba-tiba.” Saat menghilang, lanjut Bahktiar, ada suara gemuruh. “Kita heran. Awalnya hanya beberapa meter. Hari ini ada  ratusan meter,” tambahnya.

Kepala Dusun Cendana, Sumadi, membenarkan kejadian tersebut. “Ya ada keajaiban. Ribuan orang kesini melihat kejadian ini,” ucapnya.

Beberapa warga menduga rumput itu diambil makluk gaib. “Kalau manusia biasa mana mungkin bisa secepat ini selesainya. 100 meter lebih dibersihkan maklum gaib ini,” tutur Ibrahim.

Namun ada juga yang meyakini kejadian itu sebagai kekuasaan sang Maha Kuasa. “Ini kekuasaan Tuhan. Dulu ada juga sperti ini tahun 2010, 300 meter. Mereka menyebutnya kejadian ajaib. Ya aneh memang, rumputnya bergulung-gulung sangat cepat dan menghilang,” jelas Abu Salmah (69).

Memang ujar Ibrahim, kejadian serupa pernah terjadi pada 2013. Tapi rumput yang hilang sebanyak 5 meter saja.

Hingga saat ini belum ada satu pihak pun atau akademisi yang mengkaji kejadian tersebut secara ilmiah. Pantauan Liputan6.com, warga terus berdatangan ke lokasi kejadian karena penasaran. (Mevi Linawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons