GUA BATU AKIK DALAM SUMUR DI MADURA MASIH DI TELETI

Masih ingat dengan penemuan gua di dalam galian sumur warga. Ya gua itu ditemukan secara tidak sengaja saat Sati berencana membuat sumur di halaman rumahnya. Saat menggali sumur sedalam kira-kira 7 meter, warga yang membantu menggali sumur itu terkejut dengan adanya sebuah lubang yang kalo diintip (diinceng bhs jawa) kelihatan cahaya berkilau. Warga pun sempat ketakutan melihat fenomena ini. Penggalian pun sempat dihentikan.

Setelah melakukan rembugan/musyawarah maka warga dan Sati pun melanjutkan penggalian itu. Setelah digali lebih dalam dan lubang yang ditemukan diperlebar maka tampaklah sebuah gua yang fantastis. Gua itu indah penuh gemerlap cahaya yang dipantulkan oleh batu-batu yang menempel pada dinding dan sekitar gua. Di dalam gua adem sekali dan hamparan stalaktit dan stalakmitnya memukau mata. Akhirnya penggalian pun dihentikan dan warga berharap ada penelitian terlebih dahulu. Karena jangan sampai di salah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab apalagi saat ini sedang booming batu akik.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meminta bantuan Pemprov Jatim untuk meneliti penemuan gua batu akik di Desa Blaban. Kepala Bagian Suber Daya Alam (SDA) Pemkab Pamekasan Syalah Samlam di Pamekasan, Senin menjelaskan pihaknya perlu meminta bantuan Pemprov Jatim, karena peralatan yang dimiliki instansinya terbatas. “Kami tidak memiliki alat penelitian barang-barang antik dan kuno yang cukup, makanya kami perlu meminta bantuan Pemprov Jatim,” katanya (23/5).

Ia menjelaskan, beberapa hari lalu pihaknya telah datang secara langsung ke Dusun Rojing, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, bersama instansi terkait, yakni Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) dan Balitbangda Pemkab Pamekasan.

Hanya saja, katanya, sesampainya di gua batu akik itu, tim pemkab tidak bisa melakukan ekplorasi lebih banyak, karena terkendala peralatan. “Hasil kesepakatan kami, akhirnya memutuskan agar Pemkab meminta bantuan Pemprov Jatim, yakni melalui Bagian Energi dan Sumber Daya Meneral, untuk meneliti gua batu akik yang ditemukan warga itu,” katanya.

Selain terbatas peralatan, sambung dia, Pemkab Pamekasan juga belum memiliki tim ahli untuk meneliti barang-barang antik dan kuno. “Akhirnya, kami di sana hanya mengambil gambar yang ada di dalam gua itu saja,” katanya dilansir Antara.

Pemilik sumur melaporkan ke Kepala Desa Blaban Sukrianto dan selanjutnya informasi itu menyebar luas di kalangan masyarakat. “Saya selaku kades juga langsung melaporkan temuan warga saya itu ke Muspika Batumarmar dan sudah ada petugas yang datang ke sini,” katanya.

Sejak adanya kabar penemuan batu akik ini, banyak warga yang datang ke Dusun Rojing, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Mereka yang datang tidak hanya dari desa tetangga, akan tetapi juga banyak dari kecamatan lain, termasuk warga Sampang dan Sumenep.

Lokasi gua batu akik itu kini juga dijaga polisi, karena dikhawatirkan batu-batu yang ada di dalam gua itu diambil warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons