BATU LUK ULO ASAL KEBUMEN MENEBAR PESONA

Pamor batuan Luk Ulo semakin naik daun baik di pasaran Kebumen maupun di luar kota. Apalagi batuan Kebumen yang dijadikan batu akik terkenal dengan tingkat kekerasan dan struktur batuannya yang solid. Hal itu dikuatkan dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa batuan Karangsambung merupakan yang tertua di kawasan Asia Pasifik. Nama batu luk ulo berasal dari nama sungai tempat batu ini ditemukan.

Menurut Dasa Warsono (50) salah satu perajin batu akik, peminat batu Luk Ulo tidak hanya berasal dari orang lokal Kebumen. Melainkan banyak pembeli dari luar Kebumen termasuk dari luar pulau jawa.  Bahkan beberapa waktu lalu, Bupati Halmahera pernah datang ke kiosnya untuk membeli batu khas Luk Ulo.

“Awalnya saya tidak tahu jika yang datang adalah bupati. Saya baru tahu setelah ajudannya menyampaikan jika yang berusan membeli itu adalah seorang bupati,” ujar Dasa Warsono di di workshopnya “Dasa Stone“ di Jalan Sugiono Nomor 35 Kebumen.

Dia mengakui, kelebihan batu Luk Ulo ialah tingkat kekerasannya yang bagus. Kekerasan batu itu mencerminkan umur batuan tersebut. Selain itu, batuan Luk Ulo dikenal selalu kinclong tidak kusam seperti batu-batu dari daerah lain. “Hanya saja, untuk motif dan warna batu Luk Ulo tidak ngejreng seperti batu dari Kalimantan,” katanya.

Pria yang telah menggeluti usaha batuan sejak 1995 itu mengakui, harga batuan Luk Ulo bervariasi. Dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah. Pembeli dari luar Kebumen, seperti Purwokerto, Yogyakarta dan kota besar lainnya rata-rata dalam bentuk pesanan dengan ukuran kodi. Setiap pemesan paling sedikti pesan dua kodi, satu kodi berisikan 20 batu.

“Pembeli kunjungan, setiap harinya tidak kurang 10 sampai 20 orang. Saya sampai kuwalahan untuk memenuhi pesanan,” tandasnya.

Adapun jenis batu Luk Ulo yang harganya selangit ialah jenis badar besi panca warna, ginggang panca warna. “Memang, jenis batu ini jarang didapatkan,” ujarnya seraya menyebutkan selain batuan Luk Ulo dia juga melayani pembelian batu non Kebumen seperti batu klawing dari Purbalingga.

Menurut Dasa Warsono sebagian masyarakat masih melihat batuan dari sisi megis, bukan pada seni dan keindahan. Tetapi lama-kelamaan, trend itu akan bergeser seiring dengan pengetahuan  masyarakat terhadap batu-batuan. “Untuk itu, batuan-batuan tertentu memiliki harga yang tinggi karena dianggap memiliki nilai magis,” tandasnya.

Comments

Add a Comment
  1. Sungai luk ulo memang menghasilkan batu dengan keunikannya tersendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons