Di Prediksi Bacan Sumatera Mengandung Titanium

Fenomena batu akik sampai saat ini masih menjadi sorotan dan buruan masyarakat tidak hanya pada seni keindahannya tetapi juga pada nilai jualnya.

Salah satu pedagang batu akik, Benyamin (51) menuturkan mendapatkan bongkahan batu bacan. Dirinya mengaku terheran-heran ketika melihat bongkahan batu bacan yang mengandung warna putih mengkilat disertai warna lemon, merah, kuning dan hijau.

“Batu itu ditemukan petani dan bagi petani setempat batu itu biasa saja tidak sama seperti batu Lumut Sungai Dareh, saya coba pecahkan batu tersebut ternyata warnanya agak aneh dan mengkilat-kilat, karena keanehan ini saya kasih uang Rp300 ribu sama petani tersebut,” ujarnya di lapaknya di Jalan Bandar Purus Padang, Sumatera Barat.

Batu seberat 5 kilogram ini, ada bercakan putih perak setelah dipecahkan dengan palu, di sudut lain dari batu itu keluar warna lemon tetapi tetap mengandung perak, putih, kuning.

“Saya memperkirakan batu ini Bacan Sumatera dan memiliki warna coklat tua, ada warna lemon, merah, kuning jiau dan putih perak,” katanya.

Untuk menentukan jenis batunya, Ben panggilan akrab Benyamin ini harus dipecahkan dulu menjadi kecil-kecil.

“Kalau udah menjadi kecil nantinya baru kita mengenal batu tersebut, atau arah batu itu macam apa,” katanya.

Benyamin baru tiga bulan menggeluti usaha batu akik, sebelumnya sebagai pedagang burung. Sejak mulai tersohor batu akik dirinya menggelontorkan modalnya Rp35 juta.

“Kita baru mulai saat ini sedang mengasah kasar saja dulu,” ujarnya.

Selain Batu Bacan yang mengandung titanium, Ben juga mengoleksi Batu Widuri berwarna bening kristal.

“Batu ini didapat warganya yang menongol ke tanah bentuknya seperti kaca tapi memiliki serat,” ujarnya.

Bagi penggemar batu akik jangan sampai terkecoh memilih batu akik, ciri-ciri batu akik asli itu disenter ada tembus kemudian memakai kaca pembesar nanti di dalamnya akan ada serat-serat pada batu tersebut.

“Tapi yang jelas, setiap batu memiliki energi kodam, energi ini maksudnya semakin lama batu itu membesar dan warnanya akan berubah, itu makanya para juri tidak hanya seninya saja dinilai tapi juga kodamnya yang dinilai,” terangnya.

Ben yang hobi sejak masa SMP ini,sampai hari ini sudah mengoleksi sebanyak 1 ton batu akik berbagai jenis, ada lumut Suliki, Sungai Dareh, Pasaman, Raflesia, Sungkisnya, Lavendernya juga ada, Biduri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons