CARA MEMBEDAKAN AKIK/MULIA ASLI ATAU PALSU

Batu akik/mulia tentu bermacam-macam jenis. Banyak orang melihat batu akik hanya dari keindahan warnanya, mengkilapnya batu dan corak yang ada pada batu tersebut. Namun bagi pencinta batu akik yang sudah paham dia tidak akan melihat dari sisi itu saja. Mereka juga akan melihat sisi lain untuk menentukan asli atau palsu batu akik tersebut seperti dari serat yang ada dalam batu tersebut. Jika kita tidak hati-hati dalam memilih batu tentu kita bisa jadi korban penipuan penjual batu akik palsu, karena untuk masalah kecurangan tentu ada karena pernah di temukan bahwa ada penjual batu merah delima dan batu bacan yang palsu. Untuk itu disini akan dibahas cara membedakan batu akik/mulia yang asli atau palsu yang kami dapat dari beberapa sumber.

1. Jika batu diletakkan di pipi akan terasa dingin, insya Allah batu tersebut asli. Tetapi jka cepat menghangat bagaimana?  setiap benda yang kita pegang akan terasa hangat karena hantaran dari suhu tubuh kita. Namun berbeda dengan batu akik. Setelah kita pegang dia akan terasa lama hangatnya bahkan selalu terasa dingin atau cepat mendingin. (pengujian untuk batu jenis chalcedony dan kristal)

2. Jika disulut dengan api rokok atau dibakar dengan korek api maka tidak akan ada perubahan warna gosong, jika setelah di sulut api akan terdapat cairan  minyak bewarna kuning, nah jika batu akik itu asli maka ketika di usap tidak akan meninggalkan bekas gosong pada titik sulutan api. tetapi sebaliknya jika batu itu palsu tentu warna gosong tersebut akan melekat kuat walaupun dibersihkan dengan cairan atau minyak. (pengujian dilakukan hanya untuk batu jenis chalcedony dan kristal dan jangan di uji pada batuan fosil atau kapur karena sudah tentu jenis bantuan ini adalah lunak dan jika di sulut api akan hancur dan usang. dan perlu di ingat intesitas api pembakar hanya menggunakan korek/mancis karena benda apapun jika di sulut atau di bakar dengan intesitas api yang tinggi akan hancur. Pengujian juga tidak dilakukan pada batu black opal kalimaya dan garut kristal karena 2 jenis batu ini tidak tahan api atau mudah retak karena bahan kurang mineral.

3. Jika sudah disulut api batu yang asli akan cepat mendingin berbeda dengan batu yang berbahan sintetis atau cetakan dari bahan sejenis kaca karena akan menyerap panas yang lama. (pengujian pada jenis bantuan chacedoy dan kristal)

4. Lihat serat yang terdapat dalam batu dengan cara menerawang karena jarang sekali jenis batu tidak memiliki serat. Lihat dengan seksama jika asli maka motif akan terlihat putus-putus motif alami dari alam.

5. Cek di laboraturiom atau tanyakan pada ahlinya agar anda tahu mana yang asli atau palsu.

Selain itu  ada juga cara untuk memperhatikan ciri-ciri batu yang palsu atau cetakan sejenis plastik atau kaca.

1. Bening seperti kaca tidak terdapat serat dan akan terlihat gelembung udara didalam batu seperti air dalam botol bir. (untuk batu jenis kristal)

2. Terasa lebih ringan untuk batu seukurannya kecuali pada batu akik fosil dan akik kapur. (pengujian untuk batu jenis chalcedony dan kristal)

3. Akan ada perubahan warna gosong yang melekat jika di sulut api kecuali pada batu akik fosil dan akik kapur. (pengujian untuk batu jenis chalcedony dan kristal)

4. Kekuatan bahan batu akan lebih kuat dibanding batu asli.(namun tergantung jenis silikanya pada bahan plastik atau kaca tersebut karena ada juga yang bahannya tetap lembut namun anda tetap memperhatikan pada tahap 1 sampai 3)

5. Serpihan pecahan bahan batu jika di basahi tidak berubah warna berbeda dengan batu asli jika di basahi akan ada perubahan warna seperti berbeda antara kering dan yang di basahi.

Nah itulah tips yang bisa kami bagikan untuk anda pencinta batu akik/mulia. Anda bisa menggunakan cara-cara diatas untuk membantu anda dalam membeli batu akik mana yang asli atau palsu. Jika pencinta batu akik lainnya ada tips tambahan selain tips di atas silahkan untuk menambahkan pada koment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons