BATU AKIK BAKAL KENA PAJAK

Dalam waktu dekat ini, Kantor Wilayah Pajak Kepulauan Bangka Belitung bakal melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang batu Akik di Palembang untuk membayar pajak dari hasil penjualan batu alam tersebut.
Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kanwil Dirjen Pajak Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung, Fajar Julianto mengutarakan bahwa penerapan wajib pajak ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak.

Nantinya pajak penjualan batu akik ini akan sama saja dengan dagangan lain seperti usaha waralaba yang memperoleh penghasilan.
Dengan rincian, usaha yang berpenghasilan Rp50 juta dikenai pajak sebesar 5 persen, Rp50-250 juta (15 persen), Rp250-500 juta (25 persen), dan penghasilan di atas Rp500 juta (30 persen).
“Sesuai undang-undang, penjualan batu akik juga  dikenakan pajak,” kata Fajar, saat dikonfirmasi, Jumat 23 Januari 2014.
“Penjualan batu akik sangat menjanjikan, bahkan satu batu ada yang harganya hingga ratusan juta rupiah. Itu sudah ada ketentuan pajaknya, termasuk penghasilan sebulannya hanya Rp2,4 juta,” Jelasnya.
“Dengan begitu, pedagang membayar kewajiban pajak usahanya. Belum kita jadwalkan, tetapi nanti kita rencanakan turun langsung ke pedagang biar mereka ngerti,” tuturnya.

Ditambahkan Fajar, untuk menerapkan peraturan ini, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi langsung ke pusat-pusat penjualan batu akik di Palembang.

BATU AKIK BAKAL DIKENAI PAJAK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons