Australia berusaha selamatkan warga negaranya dari hukuman mati

Menyusul berita hukuman mati bagi para pengedar narkoba di Indonesia, Pihak Australia akhirnya berusaha untuk segera menyelamatkan warganya dari ancaman hukuman mati karena terlibat kasus narkotika.
Perdana Menteri Australia Tony Abbot telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait permintaannya tersebut.
“Perdana Menteri telah berkirim surat kepada Presiden (Joko) Widodo,” kata Menteri Luar Negeri Australia, Julia Bishop seperti diberitakan AFP, Senin (19/1/2015).

Ada dua warga negara Australia yang saat ini sedang menunggu berita hukuman mati mereka. Pertama adalah Myuran Sukumaran dan kedua adalah Andrew Chan. Permohonan grasi Myuran Sukumaran telah ditolak oleh Presiden Jokowi pada Desember lalu. Sementara Andrew Chan menunggu hasil permohonan grasinya yang kemungkinan besar juga akan ditolak karena tinggal menunggu tanda tangan presiden JOkowi.
“Pemerintah Australia menentang hukuman mati dan kami menentang pelaksanaan hukuman mati bagi warga Australia di negara lain,” kata Bishop..

“Saya tidak percaya mengeksekusi orang adalah jawaban untuk memecahkan masalah narkoba,” tambahnya.

“Namun, ini adalah hukum Indonesia dan ini mengingatkan bahwa pelanggaran narkoba aakan diganjar hukuman yang sangat berat di negara-negara lain, khususnya di Indonesia,” lanjut Bishop.
Pada 17 April 2005, 9 warna negara Australia ditangkap di Bali karena berusaha menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram dari Australia. Mereka adalah Andrew Chan, Myuran Sukumaran, Si Yi Chen, Michael Czugaj, Renae Lawrence, Tach Duc Thanh Nguyen, Matthew Norman, Scott Rush dan Martin Stephens.
Ini kutipan dari Mahkamah Agung:
saat ini penerapan pidana mati dalam hukum positif Indonesia masih tetap dipertahankan di mana dalam hubungannya dengan perkara a quo. Kejahatan yang dilakukan oleh Terdakwa adalah kejahatan yang serius yang merupakan kejahatan yang terorganisir dan bersifat internasional sehingga terhadap pelakunya dapat dijatuhi hukuman pidana mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons