Offroader Fatkhun Nadjib Tewas Ditabrak di Tol Cipularang

Fatkhul Nadjib AS (50), seorang off-roader nasional, tewas dalam sebuah kecelakaan tragis di ruas jalan tol Cipularang, Jawa Barat, Sabtu (29/11) malam kemarin. Nadjib yang dalam kejadian tersebut sedang memberi pertolongan kepada korban kecelakaan di KM 97 ke arah Jakarta harus meregang nyawa setelah dihantam sebuah mobil yang melesat di jalur yang sama pada pukul 22.38.

Nadjib dikabarkan tewas di lokasi tabrakan dengan disaksikan istrinya, Her Moegie. Sebuah video yang memperlihatkan kecelakaan tersebut bahkan sudah tersebar di jejaring media sosial Facebook milik rekan-rekan Nadjib.

Menurut informasi yang diterima Dapurpacu.com, pria yang dikenal sebagai mekanik ini sedang membantu korban kecelakaan ketika insiden terjadi. Aksi tabrak lari itu sendiri diawali dari kebaikan Nadjib memberi pertolongan kepada korban kecelakaan yang terhimpir di balik kemudi Isuzu Elf. Untuk urusan seperti ini Nadjib memang punya segudang pengalaman yang diperolehnya dari aktivitas off-road.

“Dia sedang nolong mobil angkutan yang terbuling di tol Cipularang. Pengemudinya tergencet di dalam. Nadjib ingin tarik pilar yang menjepit sopir dengan (Ford) Everest-nya. Tapi tiba-tiba sebuah mobil yang sedang melaju menabraknya,” kata Eko Prabowo, rekan Nadjib.

Nadjib yang kala itu akan kembali ke Jakarta dari sebuah acara di Bandung sedang berusaha membantu mengeluarkan korban dengan Ford Everest. Nadjib diketahui berkendara bersama istri, Her Moegie, dan putranya, Ramadhan Dede.

Ketika membantu korban, posisi Nadjib berdiri pada sisi kiri jalan. Sebuah posisi yang sebetulnya aman. Namun tatkala tubuhnya sedikit keluar dari balik mobil, sehingga beresiko bencana, sebuah sedan yang melaju cepat menghantamnya.

Kemungkinan besar, Jadjib terhantam pada pinggulnya. Dia langsung terpental. Putranya yang tengah mengambil video terperanjat. Nyawa Nadjib pun tak dapat ditolong. Dia pergi selamanya di tempat kejadian kecelakaan. Sementara itu penabrak langsung melarikan mobilnya tanpa ada yang berusaha mengejar.

Kasus tewasnya Nadjib ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Pelajaran penting tentu harus diambil oleh para pengendara yang terbiasa melaju cepat tanpa memprtimbangkan kemungkinan adanya obyek statis dan bergerak di depan.

Hantaman yang diterima Nadjib semestinya bisa dihindari oleh setiap pengemudi bila mereka mematuhi norma-norma berkendara selamat di jalan raya, sekalipun dalam kondisi jalan gelap. Apalagi kejadian seperti ini kerap diterima oleh pengendara yang tidak mawas diri akibat menghilangkan fokus berkendara atau menyalip dari sisi kiri.

Jangan pernah berpikir bahwa lajur paling kiri (bahu jalan) di tol merupakan daerah aman. Di titik yang musti bersih dari arus lalulintas ini umumnya digunakan untuk kendaraan menepi akibat masalah tertentu. Karena itu, jangan sesekali menyalip dari kiri, apalagi memakai bahu jalan. Terlebih ketika pandangan terhalang.

Sementara untuk para orang baik yang ingin memberi pertolongan di jalan tol atau jalan raya hendaklah mempertimbangkan keselamatan diri sebelum membantu korban.  kecalakaan yang menimpa Nadjib umunya sama dengan menabrak orang yang sedang mengganti ban di pinggir jalan. Bila tak ada segitiga pengaman, cobalah menggunakan kedipan lampu hazard di mobil Anda. Posisi terbaik adalah menempatkan mobil dengan lampu hazard menyala di belakang kendaraan korban, bukan di depannya. Ada baiknya lampu kabin mobil ikut dinyalakan agar sinarnya bisa ditangkap para pengendara di belakang.

wpid-fatkhun-nadjib-jpg

sumber: dapurpacu.com

 

Updated: December 3, 2014 — 12:27 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons