SEDANG HAMIL? PERUT JANGAN DIURUT-URUT

Kasus bayi dalam kandungan terbelit oleh tali pusar seringkali ditemukan dokter ketika menangani persalinan ibu hamil. Kasus demikian ditengarai karena kebiasaan ibu-ibu hamil di Sikka yang meminta urut pada dukun bersalin.

Hal ini dikatakan Direktur Pelayanan Medik Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Lela, dr. Amelia Dian Paulus kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Rabu (10/9/2014).

Didampingi Humas RS Santa Elisabeth, Suster Yuliana, PIJ, dr. Amel, demikian dia  disapa mengharapkan ibu-ibu hamil di wilayah itu waspada dan bila perlu hentikan kebiasaan kandungannya diurut.

“Di sini masih banyak ibu hamil yang urut-urut perut mereka pada dukun melahirkan. Padahal itu yang akan menyebabkan terbelitnya tali pusar,” kata Amel.

Dikatakannya, para medis sering menemukan kasus bayi dalam kandungan terbelit oleh tali pusar. “Kita sering temukan kasus ini, bayi dalam rahim terbelit tali pusar,” tandas Amel.

Dia menjelaskan, secara medis tidak dibenarkan ibu hamil melakukan urut perut kepada dukun bersalin. Hal ini karena dukun bersalin hanya mengandalkan telapak tangan saat urut.

Dukun bersalin tidak memiliki peralatan deteksi yang memadai sehingga tidak mengetahui posisi bayi di dalam kandungan.
Secaras biologis, katanya, janin dalam kandungan akan bertumbuh sesuai fasenya. Dengan demikian, tidak perlu dipaksakan dukun bersalin mengurut dan merubah posisi janji. Hal ini berdampak fatal saat melahirkan.*

hamil urut perut

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons