SUSAH HAMIL BISA MEMBUAT DEPRESI

Memiliki anak menjadi impian hampir semua pasangan suami istri. Karenanya tak heran jika wanita yang tak kunjung hamil, bahkan setelah program kehamilan, beresiko tiga kali lebih besar mengalami depresi.

susah hamil

Keinginan yang tidak tercapai untuk memiliki keluarga menjadi salah satu alasan gangguan jiwa pada wanita. Sementara itu mereka yang bisa legowo terhadap keinginannya untuk hamil cenderung merasa bahagia.

Penelitian ini dilakukan terhadap 7.000 wanita setelah mereka menjalani program kehamilan yang gagal dan kesehatan mental mereka diteliti satu dekade kemudian.

Para wanita itu sudah melakukan program bayi tabung (IVF) di beberapa rumah sakit di Belanda dari tahun 1995 hingga 2000. Kemudian, 11-17 tahun setelahnya mereka diminta mengisi kuisioner terkait kesehatan jiwa mereka. Ternyata 6 persen wanita masih tetap mengharapkan punya anak.

“Hampir kebanyakan orang yang sudah menjalani program kehamilan tapi tak juga hamil memang memiliki kondisi mental yang lebih buruk. Tapi studi-studi sebelumnya berasumsi ini karena faktor punya anak atau tidak, tak memperhitungkan faktor lain,” kata Dr.Sofia Gameiro dari Cardiff University.

Ia mengatakan, dari studinya diketahui, wanita yang bertahun-tahun setelah kegagalan program kehamilan masih berharap hamil memiliki kondisi mental yang lebih buruk.

Meski begitu, wanita yang memulai program kehamilan di usia lebih tua ternyata memiliki ketegaran mental yang lebih baik dibanding wanita muda. Demikian juga dengan wanita yang menikah dan berpendidikan tinggi.

“Kami mulai lebih paham mengapa wanita yang tidak bisa punya anak lebih sulit menerima kenyataan. Hal itu karena mereka tidak bisa melepas keinginan untuk punya keluarga,” katanya.

Yang menarik, wanita yang sudah memiliki anak tapi tak bisa menambah anak lagi ternyata lebih depresi dibanding wanita yang belum pernah menjadi ibu namun bisa menerima keadaannya.

“Kegagalan dalam program kehamilan memang sesuatu yang sulit dihindari. Karena itu penting bagi pasangan untuk mempersiapkan diri. Jangan ragu mencari bantuan untuk konseling,” katanya.

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons