SOLAR MAHAL? MENDING GANTI MOBIL

Kebijakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk tidak menjual solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum milik Pertamina di wilayah Jakarta Pusat ternyata mulai menuai protes dari para pengendara. Protes tersebut terutama berasal dari pengendara mobil bertenaga bahan bakar solar. Salah satunya adalah Andi (47), mengaku kerepotan apabila harus mencari solar untuk mobil Innova diesel miliknya ke luar daerah Jakarta Pusat. Sebab, ia tinggal dan beraktivitas di kawasan Cempaka Mas, Jakarta Pusat.(http:// megapolitan. kompas. com, Jumat 1 Agustus 2014).

solar habisSekedar perbandingan harga solar nonsubsidi Rp 12.800 per liter, sedangkan Pertamina Dex seharga Rp 13.150 per liter, harga ini sangat berbeda jauh dengna harga solar subsidi yang hanya Rp 5.500.

Alasan pengosongan solar bersubsidi karena semakin sedikitnya persediaan bahan bakar bersubsidi di Jakarta. Selain itu, kendaraan bermesin diesel sudah seharusnya menggunakan bahan bakar seperti Pertamax Dex. Harapannya adalah konsumsi solar subsidi dapat turun dan tidak semakin membebani negara.

Seorang pengendara Nissan Grand Livina, yang enggan disebut namanya, mengaku beruntung memiliki mobil yang menggunakan bahan bakar Premium. Ia menyatakan prihatin dengan kebijakan pemerintah tidak menjual solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum milik Pertamina di wilayah Jakarta Pusat.
“Ini baru berlaku atau gimana? Untung loh saya enggak jadi beli solar. Tadinya sebelum mobil ini (Nissan Grand Livina) saya milih solar,” ucapnya saat mendengar perbincangan Kompas.com dan petugas SPBU di SPBU COCO 31.102.02, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat kepada megapolitan, Kompas.com Jumat (1/8/2014).

Lalu bagaimana solusinya bagi anda yang masih menggunakan solar bersubsidi dan tidak sanggup membeli solar nonsubdisi? Yaa.. Ganti mobil bensin donngg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons