perempat final piala dunia prancis-jerman

“fatimah! halo fatimah?” perempat final piala dunia prancis-jerman “ali! ini aku fatimah, bagaimana keadaanmu? bagaimana adri ali?” Ali menangis sejadi-jadinya. Ia bingung, apa yang harus ia katakan? “ali! jawab ali! halo? ali?” perempat final piala dunia prancis-jerman. Suara isak tangis fatimah menambah kebimbangan hati ali. Dengan isak tangis ali pun menjawab pertanyaan fatimah. “fatimah, maafkan aku. Ali meninggal di dalam rumahku yang rubuh fatimah, ali meninggal ketika shalat dalam sujud fatimah..”Tak kuasa lagi ali menahan tangisnya. Fatimah pun tak kuasa lagi menahan tangis. Dari telpon itu, ali begitu merasa bersalah. Mendengar isakan kakaknya yang begitu dalam. “ya rabb, mengapa kau ambil anak sebaik dia? kenapa ya allah!!!” perempat final piala dunia prancis-jerman

Aceh, September 2006 perempat final piala dunia prancis-jerman Fatimah menangis sejadi-jadinya. 2 tahun lalu, adalah waktu dimana ia harus melepas suaminya, dan untuk terakhir kalinya melihat paras anaknya. perempat final piala dunia prancis-jerman . Dan sekarang, ia harus benar-b Ku besar dengan berbagai warna di dalamnya dan tulisan itu adalah DUA BELAS IPA EMPAT dengan di sampingnya bertuliskan moto yang kubuat.
“Kami datang bukan untuk sekedar bisa tapi kami datang untuk tahu, belajar bersama, dan berbagi pengalaman menarik.” ucapku berbisik. perempat final piala dunia prancis-jerman.

perempat final piala dunia prancis-jerman . Di kelas ini, aku atau biasa disapa Bayu ini mencari jati diri ku yang sebenarnya. Tepatnya di sekolah ini aku mulai mencari jati diri. Hari ini adalah hari yang selalu ku nanti. enar kehilangan adri anaknya yang tercinta. Fatimah tak kuasa untuk ingin bertemu adri, walau ia tak akan melihat adri tersenyum untuknya, ataupun memeluk erat dirinya lagi. perempat final piala dunia prancis-jerman. “ida, cari tiket pesawat. Aku ingin pergi menemui adri da..” suruh fatimah masih dengan tangis yang terus membanjiri wajahnya.
“tapi fatimah…” perempat final piala dunia prancis-jerman“ida aku mohon… haruskah aku sujud di kakimu? aku ingin bertemu adri ida…” Ida tak sampai hati untuk menolak apa kata fatimah. Hari itu juga, fatimah memutuskan untuk menyusul adri di sorong.

Sorong, Septe masih ingat tangannya yang ramah dan hangat. perempat final piala dunia prancis-jerman. Banyak hal di sekolah yang tidak bisa ku terima seperti teman sekelasku yang semuannya bisa naik sepada motor. Timnas Indonesia jadwal piala asia menghiburku meskipun dia jiga bisa naik sepeda motor dia hampir tidak pernah menggunakannya untuk berpergian.
“Hai, perempat final piala dunia prancis-jerman, Bagaimana kabarmu?”
“Tidak terlalu buruk aku agak tidak enak badan hari ini.”
“Aku juga sepertimu.” perempat final piala dunia prancis-jerman .Perempat final piala dunia prancis-jerman
Ali dan aisyah untuk sementara harus tinggal di rumah salah satu tetangganya. Pencarian pun terus dilakukan. Hari semakin larut, namun Adri tak tertemukan juga. Dari kejauhan, ali melihat sorot lampu mobil menuju ke arahnya. Ia pun mendekati mobil itu. betapa terkejutnya ali dengan apa yang ia lihat. Fatimah dan ida turun dari mobil itu. perempat final piala dunia prancis-jerman “fatimah..”
Tangis pun pecah seketika. Ida, aisyah, fatimah dan ali sungguh sangat berduka. perempat final piala dunia prancis-jerman. “fatimah aku minta maaf…” kata ali penuh sesal.
“tak apa ali, aku sudah ikhlas menerima apapun yang terjadi. Termasuk dengan adri, dia anak baik.” perempat final piala dunia prancis-jerman. perempat final piala dunia prancis-jerman
Fatimah tersenyum diantara kepiluannya, berusaha menghibur ali.
“pak ali!!! kami menemukan adri!”perempat final piala dunia prancis-jerman Seketika ali pun berlari ke arah puing-puing bangunan itu. ia pun menangis di samping tubuh adri. Fatimah pun terduduk di puing-puing itu. anaknya yang 2 tahun lamanya ia tunggu kedatangannya, kini tepat ada di depannya. Dengan senyuman di bibirnya, dan dia atas sajadah terbaring sembari memegang kalung emas. Ali mengambil kalung emas itu dan menyerahkannya pada fatimah. perempat final piala dunia prancis-jerman
“inilah kalung yang akan diberikan adri untuk mu. Subhanallah, tak ada luka ataupun goresan di tubuhnya, dan dia tersenyum.” perempat final piala dunia prancis-jerman
Fatimah menan dan ingatan yang terus memutar cerita masa kecil ku dengan perempuan yang sudah perempat final piala dunia prancis-jerman , aku menyaut suara yang berasal dari wanita itu.
“OI! Ada apa?” Ucapku sedikit berteriak. perempat final piala dunia prancis-jerman. “Dari tadi sejak pertama aku masuk kelas, kamu melamun terus. Ada apa sih sebenarnya Bay?” tanyanya sambil tersenyum manis. perempat final piala dunia prancis-jerman
“Hey, dari mana kau tahu namaku dan siapa namamu?” tanyaku lembut.
“Ditanya malah balik nanya. Hmmm.. baiklah, namaku Reghi dan soal aku bisa tahu namamu perempat final piala dunia prancis-jerman itu pasti kau akan mengetahuinya.” ucapnya dengan senyum yang gis menggenggam kalung itu. inilah Adri, anaknya yang berbudi sungguh baik. Tiada yang lebih indah bagi fatimah untuk mengikhlaskan semua ini, ia tahu allah maha besar, allah maha tahu tentang apapun yang terjadi di dunia ini.

Hari-hari berlalu begitu cepat. Kepergian adri membawa kenangan terindah bagi fatimah. Lambat laun fatimah mulai terbiasa dengan kesendiriannya. Ada satu yang sebenarnya ia rasakan, ia merasa lebih dekat dengan adri, dan suaminya, ketika ia bersujud pada sang khalik. perempat final piala dunia prancis-jerman
Dan seorang tentara muda, yang melawan kerinduan. Yang harus tetap bertanggung jawab atas tugasnya sebagai seorang tentara di tengah kerinduan pada ibu tercinta. Sungguh, rindu adri tak pernah berujung pada ibunya.
Fatimah, dengan bangga memakai kalung emas itu. berusaha meniti hari lebih baik lagi. bersama kerinduan terindanhnya… masuki kelas yang berbau cat ketika ku hirup udara dalam kelas ini. Ku putar mataku dan memperhatikan tembok kelas yang dipenuhi dengan karya tulis dan curahan hati anak-anak ini dan hanya satu tulisan yang membuatku terfokus. Tulisan

perempat final piala dunia prancis-jerman 3perempat final piala dunia prancis-jerman 4perempat final piala dunia prancis-jerman 5perempat final piala dunia prancis-jerman 7perempat final piala dunia prancisjermanperempat final piala dunia prancis-jermanperempat final pialadunia prancis-jermanperempat final prancis-jermanperempat finalpiala dunia prancis-jermanperempatfinal piala dunia prancis-jerman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons