WAWANCARA DENGAN MALDINI PALI

Maldini Pali adalah salah satu pemain andalan yang mengisi posisi sayap kanan Indonesia Muda. Maldini Pali adalah anak muda asal Mamuju, Sulawesi Barat. Mungkin hanya sedikit yang tahu jika awalnya dia hanyalah pemuda biasa yang biasa latihan ringan di lapangan multifungsi milik Kodim 1418 Mamuju, Lapangan Merdeka.
Maldini Pali adalah salah satu anak emas dari jazirah Sulawesi saat ini. Remaja asal pegunungan Mamuju ini kini menjadi idola bangsa Indonesia.
Berikut ini petikan wawancara khusus dengan Maldini Pali:

Bagaimana perasaan Anda yang kini sudah menjadi ‘bintang’ dan bukan lagi sebagai pesepakbola kampung?
Saya bukanlah bintang dan saya merasa belum berhasil. Saya tetap seperti yang dulu dan masih butuh banyak latihan. Memang dari segi posisi sekarang saya sendang tapi hati saya sangat luas, bisa memberikan yang terbaik bagi Sulbar dan Indonesia dan menjadikan Mamuju menjadi salah satu kota pencetak sepakbola handal dari satu klub sepakbola.

Selain Maldini, ada lagikah pernah menyandang gelar Timnas asal Mamuju?
Rian R. Dia biasa dipanggil Rian Fabregas. Usianya memang masih muda tapi dari sisi prestasi Rian itu senior saya. Dia pencetak gol terbanyak PSSI U 12 di Yogyakarta tahun 2012 yang lalu.

Apakah Anda pernah bermimpi perjalanan karier anda akan secemerlang seperti saat ini?
Saya tidak mengira sampai seperti ini.

Bagaimana awalnya anda mengenal sepakbola?
Kenal sepakbola memang dari kecil dan pertama tahu betul soal sepakbola saat melihat Liga Italia, Juventus lawan Lecce, tahun 2004. Dari situ lah saya mulai tertarik dengan sepakbola. Ketika itu saya masih kelas 2 SD. Dan waktu itu tidak pernah terpikir akan seperti ini.
Even nasional pertama yang saya ikuti adalah Haornas 2006 mewakili Palangkaraya Kalteng karena saya SD di sana. Setelah itu ke Sulbar ikut Popda dan Popwil, Menpora cup mewakili PSM Makassar, dan Timnas U 15. Sebelumnya saya mengikuti ajang regional Liga Tasha Centre pada tahun 2006 dan kalah. Waktu itu kami memang masih belum tertata dengan rapi. Asal ikut main saja, tanpa dukungan apapun.

Updated: June 19, 2014 — 1:54 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons