KEBIJAKAN ‘ANEH’ LCGC

Oleh: dr. Harry Wahyudhy Utama (penulis indocitycar.com) Mobil LCGC mempunyai kepanjangan Low Cost Green Car yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Mobil Murah Ramah Lingkungan.

 

Mengapa disebut sebagai mobil murah? Karena memang mobil murah ini mempunyai harga jual dan pajak yang jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil lain. Keberadaan mobil ini sendiri didukung langsung oleh peraturan pemerintah pada tahun 2013 yang lalu.

Latar belakang kelahiran mobil jenis LCGC ini pada awalnya dan hal ini pun sudah di amini oleh seluruh produsen mobil LCGC adalah untuk membuat para pengendara motor beralih ke mobil dengan cara membuat mobil yang murah dan terjangkau untuk seluruh rakyat Indonesia sehingga rakyat Indonesia bisa merasakan punya mobil sendiri. Bahkan survei mencatat, dari 1000 orang Indonesia, baru 40 orang yang mempunyai mobil. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan Thailand dimana 128 dari 1.000 orang penduduknya sudah memiliki kendaraan pribadi. Sementara di Jepang, pemilik kendaraan mencapai 580 dari 1.000 orang penduduk. Kehadiran LCGC diharapkan dapat memacu peningkatan penggunaan mobil tersebut.

Pihak produsen otomotif pun mengakui jika Indonesia menjadi pasar otomotif yang mempunyai prospek paling tinggi dan belum jenuh seperti di Amerika dan Jepang? Mengapa disebut jenuh? Karena persaingan industri otomotif di Amerika dan Jepang sudah sampai ketitik konsumsi tertinggi mereka sehingga saat ini yang terjadi adalah: mobil yang mempunyai tingkat efisiensi bahan bakar tertinggi, aplikasi teknologi masa depan terbaik akan menjadi mobil pilihan.

Kembali ke mobil LCGC Indonesia, atas dasar masih besarnya prospek otomotif di Indonesia, akhirnya keluarlah mobil murah yang diharapkan akan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap mobil. Namun, keinginan tersebut malah menjadi rancu seiring dengan syarat dan ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 pada Mei 2013.

Salah satu syarat yang harus dilengkapi adalah: “Mobil LCGC harus dibuat minum bensin dengan ron 92”. Artinya di aturan ini jelas sekali bahwa mobil LCGC tidak diperbolehkan untuk minum premium. Peraturan inilah yang membuat bingung konsumen karena aturan ini bertolak belakang dengan agenda awal keluarnya mobil LCGC. Sehingga hal inilah yang membuat pemilik motor mengatakan belum dulu dengan mobil LCGC, mengapa? Penyebabnya sudah jelas, Pengendara motor hanya sanggup untuk membeli premium, seandainya mereka membeli mobil LCGC mereka justru dipaksa untuk membeli pertamax? Say no to LCGC. Jika memang benar akan dilakukan pengetatan aturan pengisian bahan bakar di LCGC, dapat dipastikan mobil LCGC akan ditinggalkan oleh para pemakainya.

Updated: May 21, 2014 — 8:13 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons