LCGC Bakal “DIBUAT ALERGI’ PREMIUM

Mobil LCGC sudah seharusnya menggunakan bensin beroktan 92, tapi pengguna mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) ternyata banyak yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebuah fenomena yang tidak bisa dihindari. Padahal pada dasarnya, mobil LCGC dibuat dengan teknologi irit bahan bakar dan tidak cocok menggunakan BBM bersubsidi.

Mobil LCGC menggunakan bensin RON 91 dan 92. Tapi kalau konsumen isi RON 88 secara performa turun. Pabrikan akan memberikan sanksi garansi hangus kepada para pengguna LCGC yang membeli BBM bersubsidi untuk kendaraanya. Selain itu dengan menggunakan BBM bersubsidi, konsumen harus menghadapi risiko daya tahan mesin berkurang.

Nahh… saat ini pemerintah tengah menggodok peraturan yang membuat lubang masuk bensin pada mobil LCGC lebih kecil dibanding dengan mobil lainnya. Hidayat mengatakan pihak Pertamina ataupun Gaikindo sebagai produsen mobil siap melakukan aturan ini. Hanya saja membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk merealisasikannya di lapangan.”Butuh waktu 3 bulan (untuk menjalankan), Bu Karen juga mau bertemu dengan Hiswana Migas juga, karena SPBU bukan semuanya punya Pertamina. Jadi pada prinsipnya oke semua,” kata Hidayat ditemui di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/4/2014).

Nah, mobil-mobil LCGC edisi terbaru yang dibuat setelah undang-undang atau aturan baru ini berlaku, siap siap saja harus memakai BBM non subsidi di SPBU. Tujuannya ketika aturan ini berlaku, pengendara mobil murah tak bisa mengisi BBM subsidi di SPBU karena nozzle tak muat dengan lubang pengisian BBM.

Updated: May 9, 2014 — 10:08 am

Comments

Add a Comment
  1. sebaiknya ketentuan RON 91-92 diterapkan untuk semua mobil keluaran terbaru, terutama mobil pribadi ! kalo tidak, orang terpaksa membeli mobil ber-cc lebih besar (avanza, apv, atau malah innova) yang lebih boros !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons