MOBIL BEKAS TAMBAH ‘MURAH’ BERKAT HONDA MOBILIO

Honda Mobilio Mengubah Peta Mobil Bekas Indonesia
By : Toni
autobild.co.id
Sejak diperkenalkan di Indonesia International Motor Show 2013 silam, kehadiran Honda Mobilio langsung menjadi ikon. Konsep MPV dengan banderol kompetitif menjadikan Mobilio begitu digandrungi oleh konsumen Indonesia.

Produk Honda terbaru ini mampu mengakomodasi 7 pe­numpang dan di awal tahun ini resmi di-delivery mulai dari Rp 159,5 juta. Bisa ditebak, kalau daftar tunggu kepemilikan Mobilio menjadi konsekuensinya. Wajar kalau Mobilio hadir menjadi ikon awal musim 2014.

Tidak hanya jajaran mobil anyar yang hadir di musim ini, pasar mobil bekas pun mulai terimbas oleh kehadirannya. Bahkan, pelan tapi pasti, sejak kehadirannya di IIMS di pengu­jung 2013 lalu, pasar mobil se­ken mulai merespons.

Mobil seken di kisaran Rp 100 jutaan langsung terkena imbasnya. Setidaknya banderol pada harga tersebut yang notabene di kelas Mobilio langsung tereduksi akibatnya.

“Mobil seken di kisaran harga Rp 100 – 200 juta terke­na imbas langsung imbas dari kehadiran Mobilio. Kami pun mulai memaksimalkan di luar banderol tersebut untuk menjaring konsumen,” jelas Michael Go, pe­ngelola Raja Bursa Mobil Taman Palem Cengkareng.

Bila sebelumnya pasar mobil seken si kembar, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, relatif kuat juga mulai terkoreksi. Sebagai ilustrasi, Avanza G 2011 sebelumnya Rp 135  juta, kini terkoreksi bisa ditebus di bawah banderol Rp 130 juta. Pun demikian Xenia, lansiran 2011 tipe X1 terpangkas Rp 5 – 8 juta dari banderol Rp 115 juta.

Sementara Suzuki Ertiga masih relatif kuat di pasar. Kalau terkoreksi masih dalam kategori “aman”. Sebagai contoh, Suzuki Ertiga 2012 GL (AC single blower) akhir 2013 masih berkisar Rp 136 juta. Di awal 2014, ia hanya terkoreksi Rp 1 – 2 juta.

Namun tidak hanya kompe­titor yang berhadapan langsung dengan Mobilio seperti Avanza-Xenia atau Ertiga semata, ceruk kelas lain pun juga terkena dampaknya.

“Pasar mobil kompak juga terkena imbasnya. Banderol Toyota Yaris atau Honda Jazz pun terkoreksi. Kisarannya bisa mencapai Rp 7 juta,” papar Eko Warsito, pedagang mobil seken di Margonda Depok. 

Kondisi seperti ini semestinya bisa dimanfaatkan konsumen yang mengincar mobil idaman­nya. Banderol kompetitif dan kondisi aktual masih bagus menjadi peluang membidik sejumlah mobil sebagai incaran dengan harga yang lebih terjangkau. 
Analisis Pasar

Kondisi ini bisa jadi terkait dengan kehadiran meluncurnya Mobilio. Ekspos konsep dan banderol kompetitif MPV Honda itu diklaim menjadi daya tariknya.

Imbasnya, beragam berita ini membuat sebagian orang mulai menjual transporter lawasnya sebagai persiapan untuk membeli yang baru. Suplai kendaraan yang meningkat berdampak pada harga pasaran kendaraan bergerak turun. Hukum ekonomi pun berbicara di sini.

Koreksi harga menjadi konsekuensinya. Besarnya pun beragam, tergantung kondisi di lapangan. Bisa dibilang masih fluktuatif. Keseimbangan harga bakal masih bergerak. Maklum selama daftar inden Mobilio masih mengular.

Sekadar informasi, per Januari 2014, terdapat 10 ribu daftar inden untuk menunggu Mobilio. Titik keseimbangan atau harga pasar diklaim akan “berhenti” bila distribusi Mobilio bisa teratasi alias tidak ada inden lagi.

Harga jual mobkas tersebut per­lahan akan naik kembali seiring dengan berkurangnya pasokan mobkas ke pasar. Sampai akhirnya ia kembali ke titik normal.

Updated: April 12, 2014 — 1:40 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons