INDUSTRI MOBIL THAILAND MELAMBAT KARENA KRISIS

Industri mobil Thailand kian melambat seiring dengan krisis politik yang berkepanjangan yang masih melanda negara tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini Thailand sedang dilanda krisis politik dimana pemerintahan Thailand yang dipimpin oleh Yingluck Shinawatra didesak mundur oleh politisi sejak bulan November 2013 lalu. Namun situasi ini ternyata berlangsung berkepanjangan yang berakibat dari menurunnya kinerja pegawai dan berimbas pada menurunnya produksi mobil di Negeri Gajah Putih tersebut.
 
Data penjualan yang dihimpun Toyota Motor Thailand menunjukkan, penjualan kendaraan di Thailand sepanjang tahun lalu mencapai 1,3 juta unit. Angka ini menunjukkan penurunan penjualan sebesar 7,4 persen dibanding tahun 2012, ketika pabrikan mobil mampu menjual 1,4 juta unit.
Sinha menambahkan bahwa setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif pembelian mobil pertama yang bisa mengurangi pajak pendapatan si pembeli, yang berakhir dengan banyaknya kredit mobil yang macet, ternyata berdampak terhadap pertumbuhan penjualan mobil saat ini.
Pabrik-pabrik mobil asing bersikap seperti “wait and see” terlebih dulu karena mereka mencermati gonjang-ganjing politik yang dilakukan pemimpin demonstran Suthep Thaugsuban untuk menjungkalkan PM Yingluck Shinawatra. Kebijakan pemerintah barulah yang mereka tunggu-tunggu.
Indeks Kepercayaan Konsumen (CCI) yang menukik selama 10 bulan berturut-turut sehingga tinggal 61,4 persen (terendah dalam 26 bulan), turut menyumbang anjloknya penjualan mobil.
Updated: March 5, 2014 — 11:08 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons