MASALAH POKOK EKONOMI

Ada pertanyaan penting yang dapat diajukan sebelum kita memulai belajar Ilmu Ekonomi. Pertama, apakah ilmu ekonomi itu? Kedua, apakah yang menjadi masalah pokok dalam ilmu ekonomi? Dan ketiga, adakah hubungan yang nyata antara ilmu ekonomi dengan kesejahteraan atau kemakmuran manusia? Pertanyaan pertama sangat penting karena tentu saja diperlukan alasan yang jelas sebelum kita belajar dengan sungguh-sungguh ilmu ini.

Di samping itu, kita pun akan melihat bagaimana dalam hidup manusia, ia tidak akan pernah lepas dari masalah ekonomi, sejak lahir bahkan sampai ia meninggal. Pertanyaan kedua pun amat penting karena dengan memahami apa yang terjadi pembahasan utama dalam ilmu ekonomi, akan lebih mudah bagi kita untuk mempelajari konsep-konsep ilmu ekonomi lainnya, selain itu dengan mengerti pembahasan utama sebuah ilmu apapun juga, kita akan mendapatkan pijakkan yang kuat untuk betul-betul mengenali ilmu tersebut.

masalah-pokok-ekonomi

Pertanyaan yang terakhir tak kalah pentingnya karena kesejahteraan atau kemakmuran itulah yang manusia cari sepanjang hidupnya. Oleh karenanya, hubungan antara ilmu ekonomi dan kesejahteraan manusia menjadi teramat penting. Pertanyaan ini pulalah yang berusaha dijawab oleh para ekonomi dunia sejak dulu. Melalui gagasan ekonomi yang mereka miliki, tanpa disadari mereka telah mengisi sejarah dunia. Dalam bab ini, kita akan coba menjawab ketiga pertanyaan penting tadi.

MASALAH POKOK EKONOMI

Pada penjelasan di atas jelas bagi kita bahwa satu-satunya cara bagi manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang menentukan pilihannya itu, manusia manusia dihadapkan dengan tiga masalah pokok dalam ekonomi, yaitu:

Apa yang Harus Diproduksi (What)

Kaarena keterbatasan sumber daya atau faktor-faktor produksi seperti yang telah dijelaskan di atas, tentu harus ditentukan produk apa yang dihasilkan dan berapa jumlahnya. Kali ini penentuannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, melainkan juga untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Misalnya, seandainya ada tanah tersedia, digunakan untuk apa sebaiknya tanah itu, perkebunan kelapa sawit, karet,industri, real estate, ataukah untuk perkantoran? Begitu pula bila banyak remaja sedang dilanda trend bermain bola basket, apakah perlu diproduksi bola basket? Berapa pula banyaknya jumlah yang harus diproduksi untuk remaja ini? Perlukah juga diproduksi kaos dan celana basket?

Kemajuan masyarakat beserta kebutuhannya dengan sendirinya menuntut diadakannya survei pasar yang cermat. Tanpa langkah ini, pihak produsen akan berspekulasi dalam menentukan jenis dan jumlah produk yang akan dihasilkan. Sudah tentu hal ini akan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat sehingga keuntungan yang akan diraih pihak produsen pun menjadi hilang. Sekarang ini kita lihat bermunculannya usaha-usaha jasa di bidang survei ataupun riset. Gejala ini memperhatikan betapa pentingnya diperoleh suatu data statistik mengenai kebutuhan aktual masyarakat.

Bagaimana Cara Memproduksi (How)

Setelah memperoleh kepastiaan mengenenai jenis dan jumlah barang ataupun jasa yang diinginkan oleh masyarakat, selanjutnya dirancang cara dan langkah memproduksi barang ataupun jasa yang dimaksud. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam berproduksi di antaranya:

  • Bagaimana mengkombinasikan sumber daya dan faktor produksi yang tersedia (sumber daya alam, tenaga kerja, dan juga modal) sehingga diperoleh hasil maksimal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat?
  • Bagaimana mengatur biaya pengkombinasian tadi agar dapat ditekan seminimum mungkin untuk meraih keuntungan semaksimum mungkin?
  • Bagaimana menentukan proses produksi?

Manakah yang harus dominan, intensifikasi modal (lebih banyak penggunaan mesin/peralatan) untuk intensifikasi tenaga kerja (padat karya)? Cara produksi padat karya mungkin hasilnya kurang banyak, tetapi memberikan kesempatan kerja bagi orang banyak.

Untuk Siapa Barang dan Jasa Didistribusikan (Whom)

Menyangkut masalah untuk siapa barang dan jasa diproduksi, hal-hal yang harus dipertimbangkan antara lain sebagai berikut:

  • Siapa yang akan mengkonsumsi atau membeli hasil produksi?
  • Bagaimanakah pendistribusian hasil produksi kepada konsumen nantinya?
  • Apakah angkatan kerja mendapat pekerjaan atau tempat mencari nafkah? Kalau tingkat pengangguran tinggi, daya beli masyarakat akan rendah yang berakibat terbengkalainya hasil produksi.

Dengan mengajukan ketiga pertanyaan tadi, maka penetapan pilihan ekonomi untuk mengatasi masalah ekonomi dapat lebih mudah dilakukan.

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*