PASAR MODAL

Nama lain dari pasar modal adalah bursa efek. Banyak orang yang seringkali menyamakan antara para modal dan pasar uang. Padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda. Telah kita ketahui bahwa dalam pasar uang, dana-dana dan surat-surat berharga diperjualbelikan untuk jangka waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan pasar. Pasar modal ini juga memiliki tempat tertentu yang jelas. Di Indonesia, dulu terdapat dua pasar modal, yaitu bursa efek Jakarta dan bursa efek Surabaya sebelum melebur menjadi Bursa Efek Indonesia. Hal ini berbeda dengan pasar yang tidak memiliki tempat transaksi khusus. Transaksi dalam pasar uang dilakukan melalui alat telekomunikasi.

Dengan demikian, pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang menawarkan dan pihak yang memerlukan jangka panjang yakni dalam bentuk surat bukti hutang jangka panjang (obligasi), surat tanda penyertaan modal (saham), serta surat-surat berharga lainnya.

pasar-modal

Di pasar modal terdapa berbagai jenis surat-surat berharga (efek) yang diperjualbelikan. Meskipun demikian, instrumen yang paling umum diperjualbelikan melalui Bursa Efek di Indonesia saat ini adalah saham dan obligasi.

Saham atau stock merupakan surat bukti bagian modal pada suatu perseroan terbatas. Dalam transaksi jual beli, saham juga sering disebut share. Jadi, bila seorang membeli saham, maka ia ikut memiliki usaha tersebut. Jika perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan, maka pemiliknya memperoleh dividen. Nilai sahamnya juga akan menurun.

Sedangkan obligasi atau bond adalah bukti utang dari emiten yang dijamin oleh penanggung yang mengandung janji pembayaran bunga atau janji lainnya serta pelunasan pokok pinjaman yang dilakukan pada jumlah yang dilakukan pada tanggal jatuh tempo.

wakil perantara pedagang efek yang dikenal sebagai pialang (broker). Bank, lembaga keuangan bukan bank (LKBB), perusahaan asuransi atau perorangan tidak dapat lansung menjual atau membeli efek di bursa. Bila mereka mau bertransaksi di pasar modal, mereka harus menggunakan jasa dari perusahaan efek. Bank hanya dapat menyelengarakan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi dan perantara pedagang efek. Perusahaan efek harus dibentuk tersendiri dan harus memenuhi persyaratan modal yang telah ditetapkan.

Lembaga Penunjang Modal

Kehidupan pasar Modal di Indonesia sudah dimulai pada tahun 1912 ketika Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Bursa Efek di Jakarta. Pada saat itu yang diperdagangkan adalah saham dan obligasi perusahaan milik Belanda di Indonesia. Sekarang, selain Bursa Efek Jakarta atau BEJ, telah berdiri Bursa Efek Surabaya atau BES sebagai pusat kegiatan pasar modal. Kegiatan pasar modal di Indonesia semakin berkembang dengan kehadiran lembaga-lembaga penunjang pasa modal.

Badan Pembina Pasar Modal

Lembaga ini mempunyai tugas pokok sebagai berikut

  1. Memberikan pertimbangan kebijakan kepada menteri keuangan dalam melaksanakan wewenangnya di bidang pasar modal berdasarkan UU No. 1 5/1952 tentang Bursa dan Peraturan Perundang-undangan lainnya
  2. Memberikan pertimbangan kebijakan kepada menteri keuangan dalam melaksanakan wewenang terhadap BUMN, PT (persero), Dana Reksa, sebagaimana dimakud dalam pasal 16 Kepres No. 60/1988.

Badan pelaksana Pasar Modal (Bapepam)

Bapepam merupakan badan pemerintah setingkat direktorat jenderal yang bertanggung jawab langsung kepada menteri keuangan. Tugas yang diemban oleh lembaga ini antara lain:

  1. mengadakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang akan menjual efek-efeknya melalui pasar modal, apakah telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan,
  2. terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan-perusahaan yang menjual efeknya melalui pasar modal,
  3. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap pasar modal yang diselenggarakan oleh swasta nasional.

Pelaku dan Penunjang Pasar Modal

Selain lembaga pengelola, dalam kegiatan pasar modal terlibat juga para pelaku dan penunjang. Para pelaku yang terlibat dalam pasar modal dapat kita rincikan sebagai berikut.

  1. Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran efek surat berharga untuk diperjualbelikan.
  2. Perusahaan efek, yakni perushaan yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam untuk menjalankan satu atau beberapa kegiatan sebagai penjamin emisi efek, perantara padang efek, dan menejer investasi atau penasehat invastsi.
  3. Reksa Dana, atau emiten yang kegiatannya melakukan investasi kembali atau perdagangan efek. Sampai dengan tahun 1990, reksa dana di Indonesia hanya dipegang oleh Danareksa. Mereka diperoleh membeli 50% saham di pasar. Namun praturan ini berubah di tahun 1990 setelah keluar izin dari Bapepa. Perusahaan –perusahaan dengan izin khusus diperolehkan menerbitkan reksa dana.

Adapun lembaga yang berperan sebagai penunjang pasar modal adalah sebagai berikut.

  1. Wali Amanat (trust agent), yakni pihak yang dipercaya untuk mewakili kepentingan seluruh pedagang obligasi atau sekuritas kredit. Peranan ini dipegang oleh bank.
  2. Penanggung ( guarantor ), yakni pihak yang menanggung pembayaran kembali jumlah pokok dan bunga emisi obligasi atau sekuritas kredit dalam hal emitmen cidera janji.
  3. Akuntan Publik, yakni lembaga profesi yang melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapatnya, apakah sudah sesuai dengan prinsip akuntasi Indonesia dan ketentuan Berpepam.
  4. Konsultan Hukum, yakni lembaga yang bertugas meneliti aspek-aspekhukum emitmen dan memberikan pendapat segi hokum ( legal opinion ) tentang keadaan dan keabsahan usaha emitmen seperti anggaran dasar atau akte pendiria perusahaan, izin usaha yang wajib dimiliki emitmen, bukti pemilikan atau penguasa atas harta kekayaan emitmen, perikatan-perikatan yang dilakukan oleh emitmen dengan pihak ketiga.
  5. Perusahaan Penilai, yakni lembaga yang bertugas melaksanakan penilaian kembali aktiva menurut nilai wajar terhadap emitmen yang kan menawarkan sahamnya.
  6. Biro Administrasi Efek, yakni pihak yang berdasarkan kontrak dengan emitmen, secara teratur menyediakan jasa melaksanakan pembukuan, transfer, dan pencatatan pembayaran deviden.

 

Prosedur dalam Pasar Modal

Sebelum membicarakan dua prosedur menyangkut pasar modal, terlebih dahulu kita meninjau prosedur pengajuan emisi saham. Untuk menciptakan suatu pasar modal yang tertib, terbuka, dan efisien serta menghindari spekulasi, penipuan, dan kerugian yang tidak diinginkan bagi para investor. Bepepam menentukan prosedur penjualan deviden.

Pertama-tama, Emiten atau perusahaan yang akan Go Public atau ingin menawarkan sahamnya dalam bursa, harus mendaftarkan diri pada Bepepam menurut prosedur yang berlaku. Kemudian, perusahaan yang kan melakukan emisi saham atau obligasi akan menghubungi perusahaan-perusahaan berikut.

  1. Penjamin emisi efek, yaituperusahaan yang menjaminakan membeli efek yang tidak habis dijual sehingga dana yang dibutuhkan oleh emiten dapat dipenuhi.
  2. Akuntan publik yaiut lembaga profesi yang akan melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan perusahaan.
  3. Penilaian yaitu perusahaan yang menilai aktiva perusahaan yang akan mengadakan emisi depan dengan memperhatikan kemampuan rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, serta prospek masa depan perusahaan.

Dengan dukungan dari penjamin emisi, serta telah diperiksa oleh akuntan public maupun perusahaan penilai, emiten dapat mengajukan permohonan kepada Bapepam dengan menyertakan lampiran-lampiran pertanyaan pendaftaran, prospectus dan laporan keuangan.

Nila permohonan perusahaan itu disetujui oleh Bapepam,ia dapat langsung menawarkan sahamnya di bursa efek. Penawaran pertama disebut pasar perdana. Jual beli selanjutnya di bursa disebut pasar sekunder

Manfaat Bursa Efek

Umumnya peranan pasar modal mencakup dua hal berikut. Pertama, sebagai tempat bertemu untuk memperoleh informasi tentang keadaan pasar efek. Kedua, sebagai tempat dan alat untuk mengetahui situasi pinjaman jangka panjang (saham dan obligasi). Dengan menigkatnya volume transaksi dan banyaknya perusahaan yang aktif di lantai bursa mengindikasikan tiga hal sebagai berikut.

a. Semakin baiknya ekonomi nasional. Kondisi in dapat terjadi karena perusahaan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan investasi yang pada akhirnya akan mengubah peningkatan produksi.

b. Semakin meningkatnya daya beli masyarakat. Peningkatan produksi pada gilirannya akan menciptakan kebutuhan akan tenaga kerja. Berarti, akan terbukalah peluang terhadap perluasan lapangan kerja sekaligus pemerataan ekonomimasyarakat.

c. Laju pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari sehatnya kegiatan ekonomi dalam masyarakat .

Kelebihan dan Kelemahan Pasar Modal

Sebagai sebuah sistem, pasar modal juga memiliki kekurangan dan kelebihan disbanding pasa lainnya.

Kelebihan Pasar Modal

  1. Sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.
  2. Memberikan wahana investasi beragam bagi investor.
  3. Merupakan indikator perkembangan ekonomi sebuah negara. Jika pasar modalnya baik, maka perkembangan ekonomi negara itu dianggap baik pula.
  4. Pasar modal merupakan tempat menyalurkan dana bagi perusahaan hingga pada akhirnya terjadi iklim usaha yang sehat.

Kelemahan Pasar Modal

  1. Mekanisme pasar modal cukup rumit bagi orang yang tidak tahu.
  2. Bila kurs tidak stabil, maka harga saham dapat ikut terpengaruh.
  3. Sifat saham di pasar modal spekulatif hingga terkadang merugikan pihak tertentu.

Baca juga:

pasar valuta asing.psd pasar abstrak.psd pasar komoditi.psd pasar modal.psd pasar tenaga kerja.psd pasar uang.psd

Loading...

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*